JPY Jatuh ke Level Terendah dalam 20 Tahun
JPY Jatuh ke Level Terendah dalam 20 Tahun Nilai tukar yen Jepang (JPY) jatuh ke level terendah dalam 20 tahun pada hari Selasa, 17 Oktober 2023. Hal ini dipicu oleh kenaikan suku bunga The Fed, yang membuat dolar AS menjadi lebih menarik bagi investor. Pada pukul 12:00 WIB, USD/JPY berada di level 135,23. Ini adalah level tertinggi sejak tahun 2002. Kenaikan suku bunga The Fed sebesar 75 basis poin pada hari Rabu, 15 Juli 2023, merupakan kenaikan terbesar dalam 28 tahun terakhir. Kenaikan ini bertujuan untuk mengendalikan inflasi yang tinggi di Amerika Serikat. Kenaikan suku bunga The Fed membuat dolar AS menjadi lebih menarik bagi investor, karena dolar AS memberikan imbal hasil yang lebih tinggi. Hal ini menyebabkan investor menjual mata uang utama lainnya, seperti euro, yen, dan pound sterling. Yen Jepang adalah mata uang yang cenderung menguat selama periode ketidakpastian ekonomi. Hal ini karena yen dianggap sebagai mata uang yang aman. Namun, saat ini, yen justru melemah karena investor mencari aset yang lebih aman daripada yen. Berikut adalah beberapa faktor yang dapat memengaruhi pergerakan yen di masa depan: Kebijakan moneter. Jika Bank of Japan (BOJ) menaikkan suku bunga, yen kemungkinan akan menguat. Perkembangan perang di Ukraina. Jika perang di Ukraina berakhir, yen kemungkinan akan menguat. Pertumbuhan ekonomi global. Jika pertumbuhan ekonomi global meningkat, yen kemungkinan akan menguat.
Analisis: Yen kemungkinan akan terus melemah dalam beberapa bulan mendatang. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk: Kenaikan suku bunga The Fed yang akan terus berlanjut. Perang di Ukraina yang masih berlangsung. Perlambatan ekonomi global. Namun, yen dapat menguat jika BOJ menaikkan suku bunga atau jika ada perkembangan positif dalam perang di Ukraina.



0 comments:
Post a Comment